Perkosaan di Angkot, Kapolda: Kejahatan Itu Produk Masyarakat.
Submitted by redaksi on Fri, 16/12/2011 - 16:43.
Kejahatan di dalam angkutan kota (angkot) seperti perampokan dan perkosaan kerap terjadi. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Rajab menilai kejahatan yang merupakan gangguan ketertiban masyarakat adalah produk dari masyarakat itu sendiri.
"Saya berulang kali sampaikan kepada anggota, kalau ada perampokan, pembunuhan, itu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Itu kan produk masyarakat," kata Untung kepada wartawan di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (16/12/2011).
Untung enggan mengatakan hukuman apa yang pantas diberikan kepada para pelaku kejatahan di angkot tersebut agar jera dari tindakannya.
"Saya tidak mengoreksi institusi lain, rasa keadilan ini tergantung masyarakat. Kan ada prosesnya, pertimbangan, berdasarkan keadilan," ujarnya.
Seperti diketahui, Ros (40) dirampok dan diperkosa oleh sekelompok pria saat menumpang angkot M-26 jurusan Kampung Melayu-Bekasi, di Jalan Raden Saleh, Depok, Minggu (11/12) subuh lalu. Saat itu, Ros hendak berbelanja ke Pasar Kemiri, Beji, Depok.
Angkot tersebut sebetulnya bukan trayek Depok. Namun, lantaran banyak sopir angkot M-26 yang tinggal di Depok, maka angkot tersebut melewati ke Pasar Kemiri.
Di dalam angkot, ternyata sudah ada dua pria di belakang. Salah satu pria menodongkan golok ke arah Ros dan memintanya menyerahkan barang berharga miliknya.
Namun, karena berontak dan melawan, pelaku akhirnya melukai Ros sehingga bahu kirinya luka akibat sabetan golok. Salah satu pelaku kemudian menidurkan Ros dan memperkosanya saat angkot tersebut berjalan. Hingga kini, para pelaku belum tertangkap.(DTC)***









